Saturday, June 13, 2026

Stablecoin Membuka Peluang Baru bagi Kebijakan AS

Share

Stablecoin Memperkuat Pengaruh Kebijakan AS

Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (the Fed), Christopher Waller, menyatakan bahwa penyebaran stablecoin di berbagai negara dapat memperkuat pengaruh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS). Menurutnya, penggunaan stablecoin oleh suatu negara mirip dengan menerapkan sistem nilai tukar tetap, yang pada akhirnya memperluas jangkauan kebijakan moneter AS di negara-negara yang mengadopsi stablecoin tersebut.

Kritik Terhadap Mata Uang Digital Bank Sentral

Christopher Waller sebelumnya juga telah menyatakan dukungannya terhadap penggunaan stablecoin sebagai sarana untuk meningkatkan status dolar AS sebagai mata uang cadangan global. Meskipun demikian, Waller menekankan bahwa penggunaan stablecoin memerlukan aturan dan regulasi yang jelas.

Di sisi lain, Waller mengkritik gagasan penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC). Menurutnya, tidak ada kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan CBDC sebagai satu-satunya solusi untuk masalah yang ada. Ia menekankan bahwa hampir semua bank sentral utama di dunia enggan mendorong pengembangan CBDC karena belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk mengambil langkah tersebut.

Sebagai informasi, stablecoin adalah token digital yang nilainya tetap stabil karena didukung oleh aset likuid seperti dolar AS atau surat utang pemerintah. Penerbit stablecoin umumnya menjamin adanya cadangan aset yang nilainya sama dengan token yang mereka keluarkan.

Dengan perkembangan ini, perlu adanya pemahaman mendalam sebelum mengambil keputusan investasi terkait kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang dibuat pembaca. Setiap langkah investasi harus dipertimbangkan secara matang.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto