Perum Bulog, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, telah mengumumkan peningkatan stok minyak goreng merek MinyaKita hingga 100 ribu ton. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan yang cukup selama bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Penambahan pasokan ini merupakan respons dari BUMN pangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional seperti bulan puasa dan Lebaran.
Ahmad Rizal Ramdhani juga mempercepat koordinasi dengan produsen minyak goreng untuk meningkatkan pasokan domestic market obligation (DMO) kepada Bulog selama Ramadhan. Pasokan normal sebelumnya adalah sekitar 60 ribu ton per bulan namun realisasi Februari hanya mencapai 45 ribu ton. Oleh karena itu, Bulog menargetkan tambahan pasokan hingga 90 ribu ton atau bahkan maksimal 100 ribu ton selama bulan Ramadhan.
Dengan penguatan stok, Bulog berharap dapat menjaga ketersediaan MinyaKita di pasaran dan mencegah kelangkaan atau lonjakan harga. Harga jual MinyaKita di tingkat konsumen tetap di kisaran Rp15.700 per liter. Kebijakan distribusi MinyaKita mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur penugasan DMO sebesar 35 persen dari total nasional kepada BUMN seperti Bulog.
Distribusi MinyaKita kini difokuskan ke pasar-pasar SP2KP dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, dan harga tebus dari gudang Bulog sebesar Rp14.500 per liter. Dengan harapan agar harga terkendali dan pasokan stabil, Bulog berupaya agar pengecer tetap memperoleh margin yang wajar. Dengan langkah-langkah ini, Bulog memastikan bahwa kebutuhan minyak goreng rakyat di berbagai daerah terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
