Sunday, August 9, 2026

Strategi Grayscale: Bitcoin Butuh Pembeli Baru

Share

Keberadaan Strategy dalam akumulasi bitcoin (BTC) dihadapkan pada pembatasan harga saham STRC dan MSTR menurut Zach Pandl, Head of Research Grayscale. Pandl menyebut bahwa perlu adanya pembeli lain yang turun tangan agar harga bitcoin dapat mencapai titik terendah yang berkelanjutan.

Strategy Menjual Bitcoin

Pada awal pekan sebelumnya, Strategy secara mengejutkan menjual 32 bitcoin senilai US$ 2,5 juta, atau sekitar Rp 45,22 miliar dengan harga rata-rata US$ 77.135 per BTC. Dampak dari penjualan tersebut membuat total kepemilikan bitcoin Strategy menjadi 843.706 BTC, dan ini merupakan kali pertama Strategy menjual bitcoin sejak Desember 2022.

Dampak Volatilitas Pasar

Menurut Pandl, dalam sebuah catatan yang baru saja diterbitkan, penjualan bitcoin oleh Strategy tidak signifikan jika dibandingkan dengan total kepemilikan BTC milik perusahaan. Namun, perubahan dalam manajemen keuangan perusahaan ini telah memberikan beban tambahan pada sentimen pasar yang sudah tidak stabil karena ketidakpastian geopolitik global.

Volatilitas pasar juga mempengaruhi saham preferen dengan suku bunga variabel milik Strategy, Stretch (STRC), yang sebelumnya dirancang untuk diperdagangkan mendekati US$ 100 dan saat ini memiliki dividen sebesar 11,5%. Harga saham di bawah level tersebut meningkatkan tingkat pengembalian yang diinginkan oleh investor, dan hal ini dapat menimbulkan kewajiban dividen tambahan yang harus dipenuhi Strategy, yang kemungkinan akan menyebabkan tekanan tambahan pada arus kas perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, Pandl menegaskan bahwa model bisnis Strategy menggunakan leverage saat ini tengah mengalami tekanan, yang pada gilirannya meningkatkan volatilitas pasar secara keseluruhan. Pandl juga memperkirakan bahwa Strategy, yang sebelumnya pembeli netto BTC, akan kesulitan dalam mengakumulasi lebih banyak token pada harga saham mereka saat ini untuk STRC dan MSTR.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto