Tuesday, July 21, 2026

Strategi Investasi Aman Saat Harga Bitcoin Stagnan

Share

Harga Bitcoin Berpotensi Turun Menjelang

Harga Bitcoin masih dalam tren melemah setelah hampir sembilan bulan mengalami penurunan. Para investor mulai kehilangan optimisme, terutama para pemegang Bitcoin jangka panjang. Meskipun koreksi harga sudah cukup dalam, indikator-indikator teknikal menunjukkan sinyal negatif. Menurut CNBC, indikator seperti Exponential Moving Average (EMA), Weighted Moving Average (WMA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), hingga Directional Movement Index (DMI) masih menunjukkan tren penurunan yang kuat.

Skenario Pelemahan Bitcoin

Sejarah menunjukkan bahwa meskipun harga Bitcoin saat ini mengalami pelemahan, belum mencapai tingkat yang sama dengan siklus koreksi sebelumnya. Dalam lima periode koreksi terbesar, empat di antaranya mengalami penurunan lebih dari 80%. Jika skenario serupa terulang, harga Bitcoin berpotensi turun mendekati kisaran US$22.000.

Teakan terhadap Bitcoin juga terjadi seiring melemahnya aset-aset yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Misalnya, harga emas dan perak baru-baru ini mengalami penurunan di bawah rata-rata pergerakan jangka panjangnya. Tembaga masih bertahan, namun aluminium turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, menandakan sentimen negatif terhadap komoditas secara umum.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto