BI Lampung Perkuat Strategi Tarik Investasi melalui Energi Terbarukan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi dalam menarik investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemangku kepentingan lainnya menjadi fokus utama dalam upaya tersebut.
Kerja Sama Investasi Infrastruktur
Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendanai proyek-proyek strategis, khususnya di bidang infrastruktur. Proyek-proyek ini membuat peluang investasi semakin menarik bagi investor yang ingin ikut berkontribusi pada pembangunan Lampung.
Forum Investasi Lampung (FOILA), Lampung Economic Investment Forum (LEIF), dan pengembangan skema pembiayaan kreatif di daerah menjadi program-program kunci yang diinisiasi oleh BI Lampung untuk memperkuat strategi masuknya investasi.
Potensi Energi Terbarukan di Lampung
Selain fokus pada proyek infrastruktur, BI Lampung juga berupaya mendukung pengembangan sektor energi terbarukan di wilayah tersebut. Potensi sumber daya energi yang besar membuat Lampung mampu mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air.
Ada lima bendungan dan bendung di Lampung yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, antara lain Bendungan Batutegi, Bendungan Margatiga, Bendungan Way Sekampung, Bendung Way Jepara, dan Bendung Way Rarem. Dengan masuknya proyek-proyek ini ke dalam Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, Provinsi Lampung memiliki kepastian pembelian energi listrik oleh PLN, memudahkan kerja sama dengan investor.
Bimo Epyanto menegaskan bahwa promosi potensi energi terbarukan di Lampung terus digencarkan untuk menarik investasi. Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, PLN, dan investor, diharapkan Lampung dapat memanfaatkan sumber daya energi secara optimal.
