Wednesday, June 10, 2026

Sulawesi Barat Proyeksikan Peningkatan Kasus TBC Hingga Tahun 2026

Share

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat memiliki komitmen untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di enam kabupaten pada tahun 2026. Ini disampaikan dalam pertemuan koordinasi program TBC tingkat provinsi di Mamuju oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim. Pertemuan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan dari enam kabupaten di Sulbar untuk memperkuat koordinasi dan persiapan daerah dalam menghadapi tantangan program TBC tahun 2026.

Tahun 2026 dianggap sebagai periode yang menantang bagi program TBC karena perubahan dan potensi penghentian pembiayaan dari Global Fund, termasuk untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pengiriman spesimen. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dr. Nursyamsi menekankan pentingnya mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif seperti BPJS Kesehatan, APBD provinsi dan kabupaten, serta pemanfaatan DAK Non-Fisik (BOK) agar layanan TBC tetap berkelanjutan.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian program TBC tahun 2025 dan menegaskan komitmen untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, akses pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TBC. Aspek pengelolaan logistik TBC juga menjadi sorotan penting untuk memastikan distribusi obat dan alat diagnostik yang tepat. Data dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) hingga November 2025 menunjukkan capaian penemuan kasus TBC di Sulbar mencapai 64,3 persen dari total estimasi 5.051 kasus, dengan capaian tertinggi di Kabupaten Mamuju. Meskipun demikian, beberapa kabupaten masih di bawah target penemuan kasus TBC.

Dengan komitmen dan koordinasi yang kuat, Dinas Kesehatan Sulbar berharap dapat meningkatkan penemuan kasus TBC dan memperkuat program pengendalian penularan penyakit ini di wilayah tersebut.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto