Team RS-Telkomsel 5G kembali mengamankan podium tertinggi pada Putaran 4 Kejurnas Sprint Rally 2026 di Sirkuit Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Duet ayah-anak Rifat Sungkar dan El Mayka Rifat Sungkar mempertahankan gelar juara Kelas R3 sekaligus menjadi pemenang Grup R dalam perlombaan yang berlangsung pada 26–27 September 2026.
Kemenangan tersebut diraih melalui lintasan KITB yang memiliki karakter berbeda dibandingkan trek yang telah mereka lalui sepanjang musim. Permukaan sirkuit yang berdebu, berbatu, bergelombang, serta sejumlah bagian cepat menuntut konsentrasi tinggi dari pembalap dan navigator.
Mayka semakin matang sebagai navigator
Bagi El Mayka, putaran ini menjadi bagian penting dari proses pengembangan kemampuannya sebagai co-driver. Keikutsertaannya bersama Rifat merupakan bagian dari program The Legend Continues, yang dirancang untuk mempersiapkan Mayka sebagai generasi berikutnya dari keluarga Sungkar di dunia reli.
Mayka menilai karakter lintasan KITB memberi pengalaman baru dalam membaca kondisi trek dan menjaga komunikasi dengan pembalap.
“Sirkuit KITB sangat menantang karena banyak debu dan berbatu. Karakternya juga sangat berbeda dari lintasan yang pernah saya jalani sepanjang musim ini. Very fun and exciting! Sekarang saya merasa lebih konsisten sebagai navigator,” ujar Mayka.
Menurut Rifat, kemajuan putrinya terlihat dari kemampuannya menentukan jarak, menjaga intonasi, serta menyusun pace note secara lebih rinci. Mayka juga mulai mencatat detail seperti posisi batu dan kondisi tertentu di lintasan untuk membantu saat terjadi kesalahan dalam perlombaan.
“Progres Mayka sangat bagus. Intonasi dan penentuan jaraknya semakin akurat. Saya sempat salah perhitungan jarak, tapi Mayka tidak salah, catatannya tepat. Sekarang dia juga semakin detail membuat catatan, seperti posisi batu dan kondisi tertentu di lintasan. Dia membuat marking yang bisa membantu ketika terjadi kesalahan,” kata Rifat.
Tantangan lintasan dan dukungan untuk Team RS
Rifat menyebut sirkuit KITB menuntut koordinasi yang lebih presisi antara pengemudi dan navigator. Lintasan yang bumpy, berdebu, dan berbatu membuat komunikasi di dalam kabin menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ritme selama lomba.
“Lintasan KITB sangat menantang. Bumpy, berdebu dan berbatu. Karakternya berbeda dan lebih menantang dari trek-trek sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, komunikasi pembalap dan navigator menjadi sangat penting,” ujar Rifat.
Melalui The Legend Continues, Mayka tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menjalani pembelajaran bertahap mengenai peran navigator. Materi yang diasah mencakup pembacaan lintasan, penyusunan pace note, penentuan jarak, dan pembangunan komunikasi dengan pembalap.
Rifat turut menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Putaran 4 dan KITB atas dukungan terhadap pelaksanaan perlombaan. Ia juga berterima kasih kepada Telkomsel, BRI, Belkote, Kitawrapin, dan Global Jaya School yang terus mendukung Team RS-Telkomsel 5G.
