Tether, perusahaan penerbit stablecoin terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan pendanaan sebesar USD 1,16 miliar untuk startup teknologi Jerman, Neura Robotics. Ini adalah bagian dari strategi Tether untuk mencari potensi investasi baru. Menurut laporan dari the block, kesepakatan antara Tether dan Neura dapat membuat valuasi startup tersebut berkisar antara USD 9,29 miliar-USD 11,6 miliar. Penerbitan USDT, stablecoin terbesar yang dipatok dalam dolar AS, telah memberikan keuntungan besar bagi Tether, dan perusahaan ini berusaha untuk mendiversifikasi portofolio investasinya.
Setelah mencatat laba lebih dari USD 10 miliar selama tiga kuartal pertama tahun 2025, Tether telah melakukan sejumlah investasi di berbagai bidang, termasuk artificial intelligence (AI), pusat data, infrastruktur energi, dan penambangan bitcoin. Neura sendiri sedang bersiap untuk meluncurkan penjualan robot humanoidnya, dengan rencana ekspansi ke robot rumahan. Perusahaan ini memiliki target ambisius untuk memproduksi 5 juta perangkat pada tahun 2030, serupa dengan menciptakan momen iPhone untuk robot.
Neura sebelumnya telah mengumpulkan hampir USD 140 juta dalam putaran pendanaan yang melibatkan investor seperti BlueCrest, C4 Ventures, Lingotto, dan Volvo Cars Tech Fund. Saat ini, Neura akan bersaing dengan Tesla yang juga tengah merencanakan produksi robot massal. CEO Tether, Paolo Ardoino, menunjukkan minat khususnya di bidang AI terdesentralisasi dan telah memimpin investasi dalam pengembangan teknologi pembelajaran mesin peer-to-peer bernama Tether AI.
Dengan langkah-langkah ini, Tether terus memperluas jangkauan investasinya dan berperan aktif dalam mendukung perkembangan teknologi di berbagai sektor.
