DKP Kaltim: Upaya Meningkatkan Hilirisasi Perikanan di Kaltim
Dalam rangka mengoptimalkan nilai tambah produk perikanan lokal dan memperkuat perekonomian daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah merumuskan tiga strategi utama untuk mengakselerasi hilirisasi sektor perikanan.
Penguatan Dari Hulu dan Kampung Budidaya
Langkah pertama yang diambil adalah penguatan sektor hulu. Standarisasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) diterapkan guna menjaga konsistensi pasokan bahan baku. Selain itu, dikembangkan pula Kawasan Kampung Budidaya berbasis komoditas spesifik seperti budidaya kerapu di Kabupaten Berau, nila dan patin di Kutai Kartanegara, serta patin di Penajam Paser Utara.
Pembinaan Teknis dan Sertifikasi UMKM
Strategi kedua fokus pada pembinaan teknis yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk mendorong Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) meningkatkan produktivitas dengan menggunakan sistem semi-intensif dan teknologi modern. DKP Kaltim juga memberikan fasilitasi dalam penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) untuk membantu UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar modern dan ekspor.
Akselerasi Infrastruktur dan Komoditas Unggulan
Pada strategi ketiga, fokus diberikan pada optimalisasi infrastruktur dan logistik. Fasilitas rantai dingin seperti pabrik es dan cold storage disediakan untuk menjaga mutu produk. Selain itu, udang windu organik menjadi komoditas unggulan ekspor Kaltim dengan demand yang tinggi di pasaran internasional. Untuk menjaga keberlangsungan produksi, DKP Kaltim membentuk tim monitoring khusus dan menyediakan dukungan permodalan berupa bantuan benih berkualitas kepada kelompok tani.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, DKP Kaltim berharap dapat memperkuat hilirisasi perikanan di Kalimantan Timur serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
