Wednesday, May 13, 2026

Toleransi dalam Shalat Idul Fitri di Jakarta Timur: Pesan dari Jamaah Muhammadiyah

Share

Jamaah Muhammadiyah di Jakarta Timur menekankan pentingnya toleransi saat melaksanakan Shalat Idul Fitri. Mereka menggelar Shalat Idul Fitri di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur pada pagi hari Jumat. Selama pelaksanaan, nilai toleransi dijadikan fokus utama, terutama dalam menghadapi perbedaan penentuan awal Syawal.

Salah satu jamaah, Fakhri (33), menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Idul Fitri, seharusnya tidak menjadi alasan untuk memperdebatkan hal tersebut. Menurutnya, saling menghormati dan menghargai perbedaan adalah hal yang penting. Setelah menyelesaikan Shalat Idul Fitri, Fakhri merasa bersyukur setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadhan.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh jamaah lain, yaitu Syahrul (26), yang merasa bahwa perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri adalah hal yang biasa dan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Dia berpendapat bahwa momen Idul Fitri seharusnya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan di masyarakat yang beragam.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh Muhammadiyah yang lebih awal dari pemerintah merupakan bagian dari dinamika penentuan kalender Hijriah di Indonesia. Antusiasme jamaah terlihat dari jumlah yang membludak dan antrean yang meluber hingga ke luar masjid. Khatib dalam acara tersebut adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, yaitu Irwan Akib.

Suasana kebersamaan dan kekhidmatan sangat terasa dengan takbir berkumandang menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalani puasa di bulan Ramadhan. Panitia dan aparat setempat ikut mengatur jalannya kegiatan agar berjalan dengan tertib dan lancar, termasuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto