Bank Sentral Brasil mencatat transaksi kripto di negara tersebut telah mencapai USD 6,9 miliar atau sekitar Rp 119 triliun dalam kuartal pertama tahun 2026. Dari data yang dirilis, lebih dari 98% transaksi tersebut berasal dari stablecoin, mencapai USD 6,8 miliar. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah menjadi pilihan utama di Brasil sebagai alat pembayaran dan pengiriman uang tanpa dikenakan pajak finansial seperti mata uang konvensional.
Meskipun Brasil sedang merencanakan pengenaan pajak pada pembelian dan pengiriman uang menggunakan stablecoin, kebijakan ini masih tertunda oleh pemerintah. Bank Sentral Brasil berupaya untuk memperoleh estimasi yang lebih akurat terkait volume transaksi kripto ini melalui regulasi bursa kripto yang sedang berlangsung. Pertumbuhan stablecoin di Brasil juga diketahui meningkat dengan pesat, menjadikannya salah satu negara terkemuka dalam adopsi kripto.
Menurut TRM Labs, Brasil sekarang berada di peringkat kelima sebagai pasar kripto terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, Korea Selatan, Rusia, dan India, dengan volume ritel mencapai USD 40,4 miliar selama kuartal pertama tahun 2026. Stabilitas dan popularitas stablecoin telah membuatnya merambah ke berbagai sektor dan industri, termasuk transaksi antar bisnis (B2B). Banyak agen perjalanan internasional di Brasil telah mulai mengadopsi stablecoin, dan penggunaan remitansi menggunakan aset kripto ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.
