Ukraina Resmi Mesin Jet Tempur Rafale Dari Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan bahwa Ukraina telah menyetujui rencana pembelian pesawat jet tempur Rafale dari Prancis. Kesepakatan ini tertuang dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, 13 Juli 2026. Macron menjelaskan bahwa dirinya bersama Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah mencapai kesepakatan untuk kolaborasi di sektor pertahanan dengan Ukraina akan mengakuisisi 16 unit pesawat jet tempur Rafale dari Prancis.
Kerjasama Pertahanan yang Signifikan
Pembelian pesawat jet tempur Rafale oleh Ukraina merupakan langkah pertama dari rencana akuisisi sebanyak 100 unit yang diumumkan sebelumnya pada November 2025. Tidak hanya pesawat, Ukraina juga akan membeli sistem senjata pertahanan udara SAMP/T-NG, hasil kerjasama antara Prancis dan Italia. Dua unit sistem rudal pertahanan udara SAMP/T varian awal akan segera dikirim ke Ukraina untuk memperkuat pertahanan udara negara tersebut.
Program akuisisi senjata lainnya meliputi kit pandu munisi AASM, rudal pertahanan udara SAMP/T, dan rudal jelajah Storm Shadow/SCALP. Seluruh biaya akuisisi ini akan didukung melalui program pembiayaan melalui dana pinjaman dukungan untuk Ukraina, atau lebih dikenal sebagai Ukraine Support Loan Programme yang merupakan inisiatif dari negara-negara Uni Eropa.
Produksi Rudal Domestik untuk Pertahanan Udara Ukraina
Selain dari program akuisisi, Ukraina juga disetujui untuk memulai proses produksi beberapa jenis peluru kendali atau rudal yang berasal dari negara-negara Barat. Hal ini dilakukan guna memperkuat pertahanan udara Ukraina terhadap potensi ancaman dari Rusia. Rudal-rudal yang akan diproduksi di dalam negeri Ukraina adalah rudal untuk sistem pertahanan udara yang saat ini aktif digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina.
