Tuesday, May 19, 2026

Visa Akan Integrasikan Pembayaran dengan Stablecoin

Share

Visa, perusahaan pembayaran global, tengah berupaya mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayarannya. Hal ini diungkapkan oleh Cuy Sheffield, Kepala Crypto Visa, yang melihat peluang besar dalam menjaga posisi pasar Visa seiring dengan meningkatnya popularitas stablecoin. Stablecoin sendiri merupakan mata uang kripto yang biasanya nilainya terkait dengan dolar AS, memungkinkan dana untuk dipindahkan di luar sistem perbankan konvensional. Meskipun stablecoin semakin populer, dengan USDT milik Tether yang berbasis di El Salvador memimpin dengan total token yang beredar mencapai USD 187 miliar atau setara dengan Rp 3.154,69 triliun.

Sheffield menekankan bahwa meskipun membangun sistem pembayaran baru dengan teknologi stablecoin, tetap diperlukan koneksi dan integrasi dengan ekosistem pedagang yang sudah ada agar produk tersebut dapat diterima dengan baik. Visa sendiri telah mengambil langkah-langkah untuk terlibat dalam dunia stablecoin, seperti meluncurkan program pilot pada bulan Desember lalu yang mengizinkan beberapa bank di Amerika Serikat untuk melakukan penyelesaian pembayaran dengan Visa menggunakan stablecoin Circle, USDC. Hasilnya, perusahaan yang terlibat dalam program ini mulai menggunakan stablecoin untuk berbagai transaksi sehari-hari.

Meskipun volume penyelesaian pembayaran menggunakan stablecoin Visa baru mencapai USD 4,5 miliar dalam setahun, masih merupakan sebagian kecil dari total volume pembayaran Visa sebesar USD 14,2 triliun tahun lalu. Namun, Sheffield optimis dengan pertumbuhan yang signifikan dari bulan ke bulan ini, terutama melalui permintaan yang berasal dari penyedia kartu yang terhubung dengan stablecoin. Dengan langkah-langkah ini, Visa berharap dapat terus memperluas jangkauan layanannya dan menjaga posisinya sebagai pemimpin dalam industri pembayaran global.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto