Wednesday, May 13, 2026

Warga AS Rugi Triliunan Rupiah Akibat Penipuan Kripto

Share

Investor Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian besar sebesar USD 11,4 miliar akibat penipuan kripto pada 2025, demikian dilaporkan oleh Biro Investigasi Federal atau FBI. Melalui Crypto Crime Report, FBI menyebutkan bahwa penipuan investasi kripto merupakan tindakan yang semakin canggih dengan peningkatan kerugian sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Penipuan kripto saat ini umumnya dilakukan oleh kelompok kejahatan terorganisir di Asia, yang seringkali melibatkan korban perdagangan manusia dalam operasi mereka.

Selain itu, identitas, bursa kripto, dan kecerdasan buatan (AI) juga turut berperan dalam penipuan terhadap individu. FBI mencatat peningkatan signifikan korban penipuan kripto dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 181.565 pengaduan tercatat pada 2025. Rata-rata kerugian individu akibat penipuan kripto mencapai USD 62.604, dengan sebagian besar menggunakan bitcoin (BTC) sebagai modus penipuan.

Penipuan kripto saat ini menjadi sorotan utama dalam tren penipuan daring yang semakin meningkat. Pada tahun 2025, warga AS melaporkan lebih dari satu juta kasus kejahatan siber dengan kerugian mencapai USD 20,8 miliar. Penipuan dan kecurangan menjadi penyumbang terbesar dalam kerugian tersebut, mencerminkan ancaman yang berkembang pesat dalam dunia kripto.

Sebagai penutup, pembaca diingatkan bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko tersendiri, sehingga dianjurkan untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi yang dibuat.

Source link

Baca selengkapnya

Crypto