World Assets, anak perusahaan penerbit token dari World Foundation, baru saja menyelesaikan penjualan token WLD senilai USD 65 juta atau sekitar Rp 1,10 triliun melalui pasar over-the-counter (OTC) dengan empat pihak lawan. Penjualan ini dilakukan melalui platform X atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter dan berlangsung selama seminggu terakhir. Menurut informasi yang disampaikan, penjualan pertama diselesaikan pada tanggal 20 Maret dengan harga rata-rata sekitar USD 0,2719 per token, yang berarti terjual sebanyak 239 juta WLD.
Dari total pembayaran USD 65 juta, USD 25 juta token yang terjual memiliki masa penguncian selama enam bulan. World Foundation mengungkapkan bahwa sisa transaksi penjualan tersebut akan diproses melalui dompet multisig World Assets. Dana yang terkumpul dari penjualan ini akan dialokasikan untuk operasi bisnis inti, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan ekosistem.
Beberapa hari setelah penjualan ini, perusahaan analitik on-chain, Lookonchain mencatat transfer 117 juta token WLD senilai sekitar USD 39 juta ke Binance dan FalconX pada tanggal 21 Maret. Dalam transaksi tersebut, proyek menerima sekitar USD 35 juta dalam USDC sebagai imbalan dan harga jual efektif mendekati USD 0,30 per token. Transfer tersebut sepertinya merupakan bagian dari aktivitas OTC yang lebih luas selama penjualan senilai USD 65 juta yang diumumkan oleh World Foundation.
Penjualan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan likuidasi aset oleh World Assets. Pada April 2024, Worldcoin Foundation, yang saat itu bernama demikian, merencanakan penjualan antara 0,5 juta dan 1,5 juta token WLD setiap minggu kepada perusahaan perdagangan institusional. Pada bulan Mei 2025, proyek ini berhasil mengumpulkan USD 135 juta melalui penjualan token WLD kepada para pendukung, termasuk Andreessen Horowitz dan Bain Capital Crypto, untuk ekspansi di Amerika Serikat.
Bagi pembaca, penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum melakukan investasi dalam kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil.
