Pasar pelumas di Indonesia masih dihadapkan dengan ancaman oli palsu yang mengancam keberlangsungan industri otomotif dan pemilik kendaraan. Menurut Yamaha Indonesia, sekitar 30 persen pangsa pasar pelumas mereka dikonsumsi oleh produk ilegal atau palsu. Fenomena ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat mengancam performa dan usia pakai mesin kendaraan konsumen.
Oli palsu dapat membahayakan kesehatan mesin kendaraan, baik motor maupun mobil. Bahan baku berkualitas rendah yang digunakan dalam oli ilegal tidak cukup untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap komponen mesin. Dalam jangka pendek, penggunaan oli palsu dapat menyebabkan suara mesin yang kasar, peningkatan suhu yang drastis, dan risiko kerusakan fatal seperti overheat danendapan lumpur, yang memerlukan biaya perbaikan yang mahal.
Untuk mengatasi peredaran oli palsu, Yamaha mengadopsi strategi keamanan dengan menyematkan teknologi kode QR unik pada setiap botol oli Yamalube. Hal ini memungkinkan konsumen melakukan verifikasi keaslian produk melalui smartphone. Selain itu, konsumen juga disarankan untuk membeli pelumas di bengkel resmi atau distributor terpercaya, memeriksa segel tutup botol serta kualitas cetakan label pada kemasan, dan memanfaatkan fitur verifikasi digital seperti scan kode QR.
Dengan edukasi yang tepat kepada konsumen, diharapkan dapat menjaga performa mesin kendaraan tetap optimal dan menghindari kerugian finansial di masa depan akibat penggunaan oli palsu. Kesadaran akan pentingnya menggunakan pelumas asli menjadi kunci utama dalam memberantas produk ilegal ini.
